Pada sisi promotif, PT TIMAH aktif menggelar webinar kesehatan, kampanye kesehatan kerja, sosialisasi pengelolaan OH-IH, hingga pelatihan P3K dan simulasi tanggap darurat medis secara berkala.
Di sisi preventif, perusahaan menerapkan program Fit for Task (FFT) untuk memastikan kondisi kesehatan pekerja tetap prima sebelum menjalankan pekerjaan, terutama di area berisiko tinggi.
Selain itu, perusahaan juga melakukan Fatigue Assessment Scale (FAS) guna mengukur tingkat kelelahan pekerja, serta skrining kesehatan mental menggunakan metode DASS-21 sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan fisik dan psikologis pekerja.
Upaya menjaga lingkungan kerja sehat juga dilakukan melalui fumigasi dan fogging rutin di area kerja maupun kawasan pemukiman karyawan.
Tak hanya pencegahan, PT TIMAH juga memastikan layanan kesehatan awal tersedia di setiap wilayah operasional.
“Dalam aspek kuratif, perusahaan menyediakan kotak P3K di setiap area kerja dan ruang Hiperkes di delapan wilayah operasional perusahaan untuk memberikan layanan kesehatan awal bagi pekerja saat bekerja,” ujar Anggi.
Bahkan, ruang Hiperkes tersebut dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan sederhana sebagai langkah deteksi dini berbagai gangguan kesehatan.
Sementara dalam tahap rehabilitatif, perusahaan terus memantau kondisi pekerja yang menjalani cuti sakit agar proses pemulihan berjalan maksimal sebelum kembali bekerja.
Melalui langkah-langkah tersebut, PT TIMAH ingin memastikan bahwa keselamatan kerja bukan hanya prosedur di atas kertas, melainkan budaya yang hidup dan menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap setiap pekerjanya.












