Dari Tambang untuk Kehidupan: PT TIMAH Libatkan Masyarakat Menyusun Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan (E: Yosua.Asw)
BANGKA, LIPUTANSATU.COM, — PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun hubungan yang selaras dengan masyarakat melalui pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Pulau Bangka.
Bukan sekadar menyusun dokumen perusahaan, pembaruan RIPPM kali ini menjadi ruang bersama untuk mendengar suara masyarakat secara langsung. Melalui Forum Group Discussion (FGD) yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan, PT TIMAH mengajak pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga warga untuk bersama-sama menentukan arah pembangunan sosial masyarakat lima tahun mendatang.
Langkah serupa juga akan dilakukan di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau sebagai bagian dari wilayah operasional perusahaan.
Dalam forum tersebut, PT TIMAH menitikberatkan tiga agenda utama, yakni menyerap aspirasi masyarakat, memaparkan capaian program sebelumnya secara transparan, serta menyusun pola kolaborasi yang lebih kuat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Bagi PT TIMAH, pembangunan masyarakat tidak cukup hanya melalui program bantuan sesaat. Program pemberdayaan harus tumbuh dari kebutuhan riil masyarakat, berkelanjutan, dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta peningkatan kualitas hidup warga.
Karena itu, pembaruan RIPPM difokuskan pada enam sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan ekonomi mandiri, pelestarian lingkungan hidup, hingga pembangunan infrastruktur.
Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Barat, Abimanyu, menyebut keterlibatan pemerintah dan masyarakat dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan program benar-benar tepat sasaran.
“Terima kasih kepada PT TIMAH atas pelaksanaan konsultasi publik ini. Ini merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kabupaten, kecamatan hingga desa,” ujarnya.






