Ia menilai, forum seperti ini membuka ruang diskusi yang lebih luas terkait sektor prioritas yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari pertanian, peternakan, UMKM hingga sektor ekonomi lainnya.
“Harapannya, program-program yang dirumuskan dapat berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Bangka Barat,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, juga berharap pembahasan RIPPM tidak berhenti sebagai agenda formalitas semata, tetapi benar-benar melahirkan program yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
“Harapan kami, kegiatan FGD ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Bangka Selatan, mendorong kemandirian masyarakat, meningkatkan taraf hidup, dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Staf Ahli Perekonomian dan Keuangan, Tamimi, menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi bersama perusahaan.
“Kami siap berkolaborasi demi menghasilkan dokumen yang realistis dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, mengungkapkan bahwa berbagai program CSR dan PPM PT TIMAH selama ini telah memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan pengembangan ekonomi.
Menurutnya, pembaruan RIPPM menjadi momentum penting agar seluruh program sosial perusahaan semakin terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Forum seperti ini penting agar ke depan program-program tersebut semakin terarah dan terintegrasi dalam perencanaan tahunan,” kata Thony.












