Anggaran Porprov Turun Drastis, Hidayat Arsani: Semangat Jangan Pernah Surut! (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk mundur dalam membangun prestasi olahraga. Pesan tegas itu disampaikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, saat membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Babel 2026 di Alun-Alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Sabtu (7/11/2026) sore.
Di hadapan para atlet, kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tamu undangan, Hidayat menegaskan bahwa semangat kebersamaan dan komitmen membangun olahraga harus tetap menyala, meskipun penyelenggaraan Porprov tahun ini dihadapkan pada keterbatasan fiskal.
Ia secara terbuka mengungkapkan adanya penurunan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika dahulu dana penyelenggaraan Porprov mencapai lebih dari Rp15 miliar, kini anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp5 miliar.
Namun, menurut Hidayat, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan semangat, apalagi menghentikan langkah dalam melahirkan prestasi olahraga daerah.
“Saya merasa bangga sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Walaupun dana kita pas-pasan di tahun ini, di mana seluruh provinsi memang mengalami defisit, tetapi dengan semangat membangun, kita tidak menghiraukan keterbatasan dana. Dulu dana kita Rp15 miliar ke atas, hari ini hanya Rp5 miliar. Tapi tetap semangat,” ujar Hidayat.
Baginya, keberhasilan Porprov tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran, kemegahan panggung, ataupun kemeriahan seremoni. Lebih dari itu, nilai utama pesta olahraga tersebut terletak pada perjuangan, pengorbanan, kejujuran, dan keikhlasan seluruh pihak dalam membangun prestasi.
“Tidak ada perubahan dengan jiwa semangat, jiwa berkorban, kejujuran, keikhlasan menuju tingkat nasional, Porprov kita, KONI kita,” tegasnya.
Hidayat juga mengingatkan bahwa Porprov bukan sekadar arena untuk memperebutkan medali dan menentukan siapa yang terbaik. Ajang ini harus menjadi ruang mempererat persaudaraan antarkabupaten dan kota sekaligus memperkuat identitas Bangka Belitung sebagai Negeri Serumpun Sebalai.













