Bukan Lagi Dibuang, Sampah Disulap Jadi Rupiah! PT TIMAH Dukung Kampung Pintar GEMPITA MAS di Bangka (E: Yosua.Asw)
BANGKA, LIPUTANSATU.COM, – Mengubah sampah menjadi rupiah bukan sekadar slogan. Melalui gerakan memilah dan mengolah sampah dari rumah tangga, masyarakat didorong untuk melihat limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial.
Semangat tersebut mewarnai peluncuran Kampung Pintar Pilah Sampah GEMPITA MAS (Gerakan Memilah Pintar dan Mengelola Sampah) di Terminal Bayangan, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (4/11/2026).
Program yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Bangka, PT TIMAH (Persero) Tbk, dan masyarakat ini menjadi langkah konkret membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Tidak lagi sebatas mengumpulkan dan membuang, tetapi bagaimana sampah dipilah, diolah, dan dimanfaatkan agar memiliki nilai tambah.
Sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan tersebut, PT TIMAH menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada RT 004 Lingkungan Cokro, Sungailiat. Sejumlah fasilitas diserahkan, mulai dari drop box sampah terpilah, komposter aerob, alat pres botol dan kaleng, hingga set display untuk mendukung penggunaan peralatan pengelolaan sampah.
Perusahaan juga memberikan bantuan CSR kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Rumah Kompos Matras untuk memperkuat pengelolaan persampahan melalui inovasi SI-KOMPOS.
Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Ekonomi, Dian Firmandi, menyebut GEMPITA MAS sebagai gerakan kolaboratif yang diharapkan mampu menjawab persoalan sampah melalui pengurangan dari sumbernya.
Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat diolah secara sederhana, sedangkan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui program Sedekah Sampah maupun jejaring pemanfaatan lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Bangka berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, menambahkan bahwa gerakan GEMPITA MAS membawa pesan sederhana, tetapi penting: pilah, olah, dan jual.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Karena itu, masyarakat harus menjadi bagian utama dalam sistem pengelolaan persampahan.
Boy Yandra juga mengapresiasi dukungan PT TIMAH yang telah membantu menyediakan sarana pengelolaan sampah bagi masyarakat.
“Semoga program ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lainnya di Kabupaten Bangka,” harapnya.
Bagi masyarakat RT 004 Lingkungan Cokro, GEMPITA MAS diharapkan menjadi titik awal perubahan cara pandang terhadap sampah.













