Deskripsi Gambar

BangkaBangka BelitungBeritaPertambangan

Bukan Lagi Dibuang, Sampah Disulap Jadi Rupiah! PT TIMAH Dukung Kampung Pintar GEMPITA MAS di Bangka

×

Bukan Lagi Dibuang, Sampah Disulap Jadi Rupiah! PT TIMAH Dukung Kampung Pintar GEMPITA MAS di Bangka

Sebarkan artikel ini

Ketua RT 004, Rizal, mengungkapkan bahwa selama ini penanganan sampah masih lebih banyak berfokus pada kegiatan membersihkan lingkungan setelah sampah mencemari kawasan permukiman. Padahal, penyelesaian persoalan sampah semestinya dimulai dari sumbernya.

Ia menilai, kesadaran warga perlu dibarengi ketersediaan fasilitas dan sistem pengelolaan yang memudahkan masyarakat untuk memilah serta mengolah sampah secara mandiri.

“Kami berharap gerakan ini bukan hanya dimulai di sini, tetapi menjadi momentum kebangkitan untuk menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. Paradigma masyarakat harus berubah. Bukan lagi sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi sampah dipilah, diolah, jadi rupiah,” tegas Rizal.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH dan Pemerintah Kabupaten Bangka yang telah memberikan kepercayaan kepada masyarakat RT 004 Cokro untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Rizal berharap wilayahnya dapat berkembang menjadi kampung percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Warga nantinya tidak hanya memilah sampah, tetapi juga mengembangkan kreativitas dengan mengolah kantong plastik, tutup botol, dan berbagai jenis limbah lainnya menjadi produk kreatif yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.

Sementara itu, Division Head of Engineering PT TIMAH (Persero) Tbk, M. Ihsan, mengatakan perusahaan menyambut positif inisiatif yang dibangun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka bersama masyarakat.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus saling mendukung agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada kegiatan sesaat, melainkan tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan.

Ihsan kemudian mencontohkan program Sedekah Sampah yang telah berjalan di Masjid Al-Husna, Kampung Jawa, Lingkungan Sidodadi, Sungailiat.

Melalui program tersebut, sampah yang dikumpulkan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai sosial. Salah satunya melalui dukungan terhadap pemberian beasiswa bagi sekitar 20 anak.

“Ini menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kami berharap program seperti ini terus berkembang. Bahkan, PT TIMAH juga berencana menyedekahkan sampah dari lingkungan kantor untuk mendukung program Sedekah Sampah di Masjid Al-Husna,” ungkapnya.

Komitmen PT TIMAH tersebut sekaligus mempertegas bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya kreativitas, peluang ekonomi, hingga kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

GEMPITA MAS pun diharapkan tidak berhenti sebagai peluncuran program. Lebih dari itu, gerakan ini harus tumbuh menjadi kebiasaan kolektif, dimulai dari setiap rumah, diperkuat oleh komunitas, dan diperluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Bangka.

Karena lingkungan bersih bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Ia lahir dari kesadaran setiap warga untuk mengubah sampah menjadi berkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *