BangkaBeritaPertambangan

Keselamatan Bukan Sekadar Aturan: Cara PT TIMAH Menjaga Kesehatan dan Masa Depan Pekerja

18
×

Keselamatan Bukan Sekadar Aturan: Cara PT TIMAH Menjaga Kesehatan dan Masa Depan Pekerja

Sebarkan artikel ini

Keselamatan Bukan Sekadar Aturan: Cara PT TIMAH Menjaga Kesehatan dan Masa Depan Pekerja (E: Yosua.Asw)

BANGKA, LIPUTANSATU.COM, — Di dunia pertambangan yang penuh risiko, keselamatan kerja tidak lahir dalam semalam. Ia dibangun melalui disiplin, kepedulian, dan komitmen yang dijaga setiap hari. Hal inilah yang terus diperkuat PT TIMAH (Persero) Tbk dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT TIMAH menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai pondasi utama perusahaan. Tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan operasional, tetapi juga memastikan setiap pekerja dapat bekerja dengan aman, sehat, dan terlindungi.

Keseriusan itu diwujudkan melalui berbagai program kesehatan kerja terpadu yang terintegrasi dengan Occupational Health – Industrial Hygiene (OH-IH). Program ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam menekan risiko kesehatan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas karyawan.

Melalui pendekatan OH-IH, PT TIMAH menargetkan penurunan angka kehilangan hari kerja akibat sakit, menekan jumlah pekerja dengan risiko kesehatan tinggi, mencegah penyakit akibat kerja, hingga menghindari fatalitas akibat penyakit tenaga kerja.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan terlebih dahulu melakukan Health Risk Assessment (HRA) guna mengidentifikasi berbagai potensi bahaya di lingkungan kerja, mulai dari kebisingan, debu, bahan kimia, posisi kerja, hingga potensi biologis seperti bakteri.

Pemeriksaan lingkungan kerja juga dilakukan secara berkala, baik secara internal maupun eksternal, guna memastikan seluruh potensi risiko dapat dipetakan dan dikendalikan secara tepat.

“Pemetaan lingkungan kerja tersebut menjadi dasar penyusunan matriks medical check-up (MCU) bagi karyawan. Para pekerja dengan risiko paparan tertentu mendapatkan pemeriksaan tambahan seperti audiometri, spirometri, hingga biomonitoring,” kata Department Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan.

Dari hasil evaluasi tersebut, perusahaan menjalankan empat pendekatan utama kesehatan kerja, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *