“Saya sangat mengapresiasi ASDP. Ini bukti bahwa Bangka Belitung tidak pernah ditinggalkan dalam pembangunan infrastruktur nasional. Kehadiran dermaga kedua akan mengurangi beban antrean yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” kata Hidayat.
Ia mengungkapkan dalam waktu dekat akan membangun komunikasi intensif dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, untuk memastikan kesiapan pelabuhan di kedua wilayah berjalan beriringan.
“Kalau pelabuhan di Bangka siap dan di Sumatera juga siap, maka pelayanan penyeberangan akan jauh lebih baik. Ini bukan hanya soal dermaga, tetapi soal konektivitas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati Bangka Barat, Markus, menegaskan bahwa Pelabuhan Tanjung Kalian memiliki peran vital sebagai jalur utama distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Selama ini, lonjakan kendaraan saat musim tertentu kerap menyebabkan kepadatan yang berdampak pada aktivitas ekonomi dan kenyamanan pengguna jasa.
“Dengan adanya Dermaga II, kapasitas layanan akan meningkat signifikan. Proses bongkar muat kendaraan dan penumpang akan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih nyaman,” ungkap Markus.
Ia juga menyebut pembangunan tersebut semakin relevan karena Pelabuhan Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan saat ini telah memiliki dua dermaga yang siap melayani arus penyeberangan.
Bila seluruh rencana berjalan sesuai target, Dermaga II Tanjung Kalian akan menjadi titik penting dalam memperkuat jalur transportasi Selat Bangka. Bukan hanya mengurai kemacetan yang selama ini terjadi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat antara Bangka Belitung dan Sumatera Selatan.













