OPINI

Di Tengah Bisingnya Dunia Digital, Membaca Adalah Perlawanan

×

Di Tengah Bisingnya Dunia Digital, Membaca Adalah Perlawanan

Sebarkan artikel ini

Memang, memulai itu sulit. Godaan layar lebih menarik daripada halaman buku. Tapi semua kebiasaan besar selalu dimulai dari keterpaksaan kecil. Dibaca beberapa halaman, diulang setiap hari, hingga akhirnya menjadi bagian dari diri.

Anak muda yang membaca tidak mudah dibohongi. Mereka tidak cepat tersulut, tidak gampang percaya, dan tidak takut berpikir berbeda. Mereka melihat lebih dalam saat yang lain hanya melihat permukaan.

Membaca bukan soal gaya hidup, tapi soal arah hidup.

Jika kita ingin masa depan yang lebih cerdas, maka budaya membaca harus dinormalisasi—di ruang kelas, di rumah, bahkan di meja kopi.

Karena pada akhirnya, di tengah dunia yang penuh suara, hanya mereka yang membaca yang benar-benar mengerti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *