By : Yosua S, Wartawan dan Pimpinan Liputansatu.Com
OPINI, LIPUTANSATU.COM, — Dunia digital hari ini bising. Semua orang bicara, semua informasi terasa penting, dan semuanya datang sekaligus. Di tengah hiruk-pikuk itu, Generasi Z berdiri—antara menjadi korban informasi atau pengendali pemikiran.
Masalahnya bukan kekurangan informasi, tapi kelebihan yang tak tersaring.
Kita terlalu sering tahu sedikit tentang banyak hal, tapi jarang benar-benar paham. Di sinilah membaca buku menjadi bentuk perlawanan paling sederhana—dan paling kuat.
Membaca melatih kesabaran di tengah budaya serba cepat. Ia memperdalam cara pandang di tengah informasi yang serba dangkal. Ia membangun nalar, bukan sekadar reaksi.






