By: Egi Tim Kreator Medsos dan Mahasiswa Akhir STMIK Atma Luhur Pangkalpinang
OPINI, LIPUTANSATU.COM,—- Di ujung Bangka yang jauh dari hiruk-pikuk kota, ada satu tempat yang tidak sekadar menawarkan pemandangan—tetapi juga perasaan: Pantai Tanjung Berikat.

Di sana, senja tidak datang terburu-buru. Ia perlahan turun, menyapu langit dengan warna jingga keemasan, seolah memberi waktu bagi siapa pun untuk berhenti sejenak dari segala kesibukan. Ombak berdebur pelan, angin laut berhembus lembut, dan dunia terasa lebih sederhana—lebih jujur.
Namun, keindahan itu tidak datang tanpa perjuangan.
Perjalanan menuju Tanjung Berikat bukan untuk mereka yang ingin serba instan. Jalan tanah, bebatuan, dan jarak yang cukup jauh menjadi ujian awal. Tapi justru di situlah letak maknanya—bahwa tidak semua yang indah bisa didapat dengan mudah.
Dan ketika akhirnya kaki menyentuh pasir putihnya, semua lelah terasa layak.







