Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPemerintahan

Dari Tuatunu ke Bandung, Dodol Nanas Jadi Bukti Kolaborasi UMKM, Lapas, dan Pemkot Pangkalpinang

×

Dari Tuatunu ke Bandung, Dodol Nanas Jadi Bukti Kolaborasi UMKM, Lapas, dan Pemkot Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

“Jika rumah produksi pertama telah berjalan optimal, pembangunan rumah produksi lainnya akan dilakukan sebagai langkah memperluas sentra industri olahan nanas sehingga dapat menjadi embrio pengembangan di wilayah lainnya,” kata Saparudin.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng, mengatakan keberhasilan melahirkan produk dodol nanas membuktikan bahwa pembinaan warga binaan tidak berhenti pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu menciptakan keterampilan yang bernilai ekonomi.

“Program ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan produktivitas yang bernilai ekonomi. Pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman berwirausaha agar mereka memiliki bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, program pembinaan produktif tersebut akan terus diperkuat melalui pengembangan sektor pertanian. Saat ini Lapas Kelas IIA Pangkalpinang membudidayakan berbagai komoditas seperti sawi, cabai, semangka, dan tanaman pangan lainnya sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Peluncuran dodol nanas yang ditandai dengan pengiriman perdana ke Bandung serta penanaman bersama menjadi simbol bahwa kolaborasi lintas sektor mampu melahirkan inovasi, memperkuat UMKM, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghadirkan harapan bagi warga binaan untuk membangun masa depan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *