Belajar dari DKI, Imam Wahyudi Dorong Pemprov Babel Jadikan Mangrove Ikon Wisata dan Mesin Ekonomi Baru (P/E: Yosua.Asw)
JAKARTA, LIPUTANSATU .COM, — Kekayaan hutan mangrove di Bangka Belitung dinilai menyimpan peluang besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, jika dikelola secara profesional, kawasan tersebut tidak hanya menjadi benteng pelindung lingkungan, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan daerah dan penggerak ekonomi masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, S.IP., M.H., bersama rekan-rekan komisi III, usai melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Ekowisata Mangrove yang dikelola Dinas Kehutanan DKI Jakarta. Pada Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pengelolaan kawasan mangrove di ibu kota menjadi bukti bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi.
“Saya melihat langsung bagaimana kawasan ini dikelola secara profesional. Tiket masuk sudah menggunakan QRIS atau sistem pembayaran non-tunai. Ini menunjukkan tata kelola yang modern, transparan, sekaligus memberikan pemasukan bagi daerah,” ujarnya.
Imam menilai, model tersebut sangat relevan diterapkan di Bangka Belitung yang memiliki potensi pesisir dan kawasan mangrove yang luas.







