Masukan dari DPRD pun menjadi bagian penting dalam memperkaya isi RPJMD. Beberapa isu strategis mengemuka—mulai dari peningkatan angka kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan sampah yang kian kompleks.
“Ini menjadi fokus kita ke depan. Harus ada langkah konkret melalui program perangkat daerah,” tegas Saparudin.
Ia menyadari bahwa tantangan pembangunan tidak bisa diselesaikan secara instan. Dibutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan komitmen yang konsisten.
Dalam diskusi yang berkembang, terdengar satu kalimat yang cukup mengena,
“Rencana yang baik adalah yang bisa diwujudkan, bukan sekadar dituliskan.”
RPJMD ini diharapkan menjadi jawaban atas harapan tersebut—menghubungkan antara visi pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Dengan arah yang lebih jelas dan terukur, Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung.
Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kota tidak diukur dari rencana yang disusun, tetapi dari perubahan yang dirasakan warganya.












