Mengolah Limbah, Menumbuhkan Harapan: Wajah Baru Pembinaan di Lapas Tuatunu (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Selama ini, lapas identik dengan keterbatasan. Namun di Tuatunu, batas itu mulai ditembus. Dari tempat yang sunyi, lahir gerakan baru: mengolah, membangun, dan berharap.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meresmikan program pengolahan pupuk di Lapas Kelas IIA Tuatunu Pangkalpinang, sekaligus menyerahkan bantuan sumur bor sebagai solusi kebutuhan air bersih.
Langkah ini menjadi tanda bahwa pembinaan warga binaan tidak lagi berhenti pada aturan, tetapi bergerak menuju pemberdayaan.
“Kita ingin mereka punya keterampilan. Saat kembali ke masyarakat, mereka tidak lagi bergantung,” tegas Hidayat.
Program pengolahan pupuk yang dijalankan menggandeng PLTU 3 Bangka, memanfaatkan limbah non-B3 menjadi produk yang bernilai ekonomi. Dari sesuatu yang dianggap sisa, lahir sesuatu yang berguna—seperti halnya harapan bagi warga binaan.
Dalam suasana yang hangat, seorang warga binaan sempat berbicara,
“Dulu kami tidak tahu harus mulai dari mana. Sekarang kami belajar sesuatu yang bisa dipakai nanti.”
Kalimat itu menggambarkan perubahan yang sedang terjadi—perlahan, namun nyata.






