Bangka BelitungBeritaPangkalpinangPertambangan

Dari Kampung Adat hingga Lampu Colok: Jejak Nyata Menjaga Warisan yang Hampir Terlupakan

×

Dari Kampung Adat hingga Lampu Colok: Jejak Nyata Menjaga Warisan yang Hampir Terlupakan

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, Ritual Rebo Pusaka Tahunan Setana Jering Amantubillah terus dijaga sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.

Jejak pelestarian ini juga terlihat di Karimun. Festival Lampu Colok yang digelar setiap Ramadan menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk tetap terhubung dengan tradisi.

Ketua Himpunan Pemuda Pemudi Mukalimus Desa Sawang, Azyar, menilai dukungan PT TIMAH sangat berarti bagi keberlanjutan kegiatan ini.

“Anak muda sekarang butuh ruang untuk berekspresi, tapi tetap berakar pada tradisi. Festival ini menjawab itu,” katanya.

Ia menambahkan, malam 7 likur Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinanti.

“Lampu-lampu itu bukan hanya indah, tapi punya makna. Ini syiar, ini identitas kami,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk PT TIMAH, tradisi seperti ini akan sulit berkembang.

“Kalau tidak dijaga bersama, lama-lama bisa hilang. Tapi sekarang, kami justru semakin semangat,” tutupnya.

Komitmen PT TIMAH dalam mendukung pelestarian budaya terus diperluas di berbagai wilayah operasional lainnya. Festival budaya, kegiatan adat, hingga tradisi keagamaan menjadi bagian dari langkah nyata menjaga warisan.

Karena di balik setiap tradisi, ada cerita. Dan di balik setiap cerita, ada identitas yang tak boleh hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *