Dari Laporan ke Dampak: Hidayat Arsani Dorong Pemerintahan yang Terasa, Bukan Sekadar Terbaca (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Di balik tumpukan dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2025, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyampaikan pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar laporan: pemerintahan harus hadir dan dirasakan, bukan hanya dilaporkan.
Pesan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Babel, Jumat (27/03/2026), yang dipimpin Ketua DPRD Didit Srigusjaya dan dihadiri jajaran Forkopimda, Pj Sekda Fery Afriyanto, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum resmi tersebut, Hidayat justru berbicara dengan nada yang membumi—tentang tanggung jawab, kepercayaan publik, dan makna kerja pemerintah.
“Setiap angka dalam LKPJ ini harus punya arti. Bukan hanya bagi kami, tapi bagi masyarakat yang menunggu hasilnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, LKPJ bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya soal kewajiban undang-undang. Ini soal kepercayaan. Dan kepercayaan itu harus dijawab dengan kerja nyata,” tambahnya.
Sejak dilantik pada April 2025, Hidayat Arsani memimpin pemerintahan dengan akselerasi yang cukup agresif. Hasilnya, dalam waktu relatif singkat, Babel berhasil mengoleksi 26 penghargaan nasional.
Namun, bagi Hidayat, penghargaan bukan tujuan utama.
“Penghargaan itu bonus. Yang paling penting adalah perubahan yang dirasakan masyarakat,” katanya.
Di bidang tata kelola, Babel mencatat capaian gemilang dengan predikat terbaik pencegahan korupsi dari KPK RI. Reformasi birokrasi pun menunjukkan kemajuan signifikan dengan skor 84,37.






