BEM Babel Deklarasikan Perlawanan, DPRD Digempur 13 Tuntutan: “Kami Belum Puas, Aksi Akan Terus Berlanjut” (P/E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Suasana Kantor DPRD Provinsi Bangka Belitung memanas, Kamis (25/6/2026), ketika puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bangka Belitung menggelar Aksi Mahasiswa Bersatu Tolak Kedzaliman.
Dengan membawa spanduk bertuliskan “Cabut IUP PT Timah”, “Tolak PLTN”, hingga “Rupiah Melemah, Evaluasi Kabinet Gemuk”, mahasiswa datang membawa sederet tuntutan yang mereka sebut sebagai suara keresahan masyarakat.
Gabungan massa berasal dari BEM UNIPER, BEM UNMUH Babel, DEMA IAIN SAS Babel, dan BEM UNABA.
Aksi sempat diwarnai ketegangan di pintu gerbang DPRD setelah mahasiswa mengetahui Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya tidak berada di tempat.
“Ketua DPRD Bangka Belitung sedang di Jawa Barat,” kata Wakil Ketua III DPRD Babel, Edi Nasapta.
Setelah melalui perdebatan, mahasiswa akhirnya diperkenankan memasuki Ruang Paripurna DPRD. Di hadapan pimpinan DPRD, anggota dewan, dan Penjabat Sekda Babel Fery Afriyanto, mereka menyampaikan orasi serta menyerahkan 13 tuntutan.
Koordinator Daerah BEM Babel, Daniel Eko Saputra, mengatakan tuntutan tersebut merupakan hasil advokasi langsung bersama masyarakat di berbagai wilayah Bangka Belitung.
Ia menegaskan, masyarakat Desa Batu Beriga menginginkan pencabutan total IUP PT Timah, bukan sekadar moratorium.
“Moratorium bukan solusi. Yang diminta masyarakat adalah pencabutan izin usaha pertambangan,” ujarnya.
Selain persoalan tambang, Daniel juga menyoroti keras rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung. Menurutnya, klaim bahwa mayoritas masyarakat mendukung proyek tersebut tidak mencerminkan kondisi di lapangan.
Mahasiswa menilai risiko kecelakaan nuklir, limbah radioaktif, hingga ancaman terhadap nelayan dan lingkungan menjadi alasan kuat penolakan terhadap proyek tersebut.
Di akhir aksi, Daniel menegaskan perjuangan mahasiswa tidak akan berhenti meski tuntutan telah diterima DPRD.
“Kami belum merasa puas. Seluruh BEM se-Bangka Belitung akan terus mengawal perjuangan ini sampai seluruh tuntutan dipenuhi,” tegasnya.






