Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPemerintahanPertambanganPolitik

Suara Penambang Akhirnya Dibawa ke Meja DPRD, PT Timah Buka Jalan Penyelesaian Timah Tertahan dan Dugaan Intimidasi

×

Suara Penambang Akhirnya Dibawa ke Meja DPRD, PT Timah Buka Jalan Penyelesaian Timah Tertahan dan Dugaan Intimidasi

Sebarkan artikel ini

Bahkan, menurut laporan yang diterima DPRD, dugaan intimidasi tersebut disebut sampai menyasar rumah masyarakat.

“Ada juga laporan dari Bangka bahwa adanya oknum-oknum yang mengintimidasi, menakut-nakuti bahkan sampai ke rumah masyarakat tentang masalah timah ini. Artinya masyarakat penambang ditakut-takuti oleh oknum-oknum,” ungkap Didit.

DPRD Babel tidak ingin laporan tersebut berhenti sebagai cerita yang beredar dari mulut ke mulut.

Direktur Operasi PT Timah, Hendry, disebut telah membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan secara langsung.

Namun, Didit menekankan pentingnya laporan disertai fakta agar setiap dugaan dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara objektif.

“Pak Dirops membuka diri. Siapa pun oknumnya silakan laporkan kepada Pak Hendry. Beliau akan menindaklanjuti, tetapi laporannya harus berdasarkan fakta,” tegasnya.

Tidak berhenti di situ, PT Timah juga akan menyiapkan nomor pengaduan khusus bagi masyarakat.

Saluran tersebut diharapkan menjadi pintu bagi warga yang merasa mengalami intimidasi atau tindakan yang merugikan dalam persoalan pertambangan timah.

“Nanti akan dibuka nomor khusus untuk menerima aduan masyarakat jika ada oknum-oknum yang mengintimidasi masyarakat tentang masalah timah ini,” ujar Didit.

Pertemuan antara DPRD, PT Timah dan Aliansi Tambang Rakyat tersebut setidaknya membuka satu ruang yang selama ini sangat dibutuhkan: ruang untuk berbicara dan didengar.

Namun, bagi masyarakat penambang, persoalan tidak akan selesai hanya karena pintu pengaduan telah dibuka.

Mereka membutuhkan kepastian atas timah yang tertahan. Mereka membutuhkan perlindungan dari tindakan intimidatif. Dan yang paling penting, mereka membutuhkan penyelesaian yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kini bola berada di tangan PT Timah dan pihak-pihak terkait.

Masyarakat menunggu apakah pertemuan tersebut benar-benar menjadi awal penyelesaian, atau kembali menjadi satu lagi daftar persoalan yang menunggu waktu.

Sebab bagi penambang, yang dipertaruhkan bukan hanya timah—tetapi penghidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *