Deskripsi Gambar

BeritaPangkalpinangPemerintahanPertambanganPolitik

Suara Penambang Akhirnya Dibawa ke Meja DPRD, PT Timah Buka Jalan Penyelesaian Timah Tertahan dan Dugaan Intimidasi

×

Suara Penambang Akhirnya Dibawa ke Meja DPRD, PT Timah Buka Jalan Penyelesaian Timah Tertahan dan Dugaan Intimidasi

Sebarkan artikel ini

Suara Penambang Akhirnya Dibawa ke Meja DPRD, PT Timah Buka Jalan Penyelesaian Timah Tertahan dan Dugaan Intimidasi (E: Yosua.Asw)

PANGKALPINANG, LIPUTANSATU .COM, — Ketika hasil tambang tertahan berbulan-bulan tanpa kepastian, kegelisahan masyarakat penambang ikut menggantung. Ketika muncul laporan dugaan intimidasi, persoalannya menjadi lebih serius.

Suara itu akhirnya dibawa ke meja DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

DPRD Babel memfasilitasi pertemuan antara PT Timah dan perwakilan Aliansi Tambang Rakyat untuk membicarakan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi keresahan masyarakat penambang.

Ada dua persoalan utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut: nasib timah masyarakat yang masih tertahan serta dugaan intimidasi terhadap penambang rakyat.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, mengatakan persoalan timah yang tertahan menjadi salah satu perhatian utama.

Ia menyebut, terdapat timah milik masyarakat yang sudah berada dalam penyimpanan selama berbulan-bulan. Bahkan, sebagian disebut telah mencapai satu tahun tanpa penyelesaian yang jelas.

“Para Aliansi Tambang Rakyat mempertanyakan status timah-timah yang tertangkap. Ada yang sudah enam bulan, ada yang sudah satu tahun. Memang diakui oleh PT Timah barang itu dititip di PT Timah,” ujar Didit.

Bagi masyarakat, waktu selama enam bulan hingga satu tahun bukanlah waktu yang singkat.

Modal tertahan. Hasil kerja tidak bergerak. Sementara kebutuhan keluarga terus berjalan.

Karena itu, DPRD Babel meminta persoalan tersebut segera menemukan titik terang.

Didit mengatakan Direktur Operasi PT Timah bersama jajaran manajemen telah menyatakan kesediaan untuk mendata timah masyarakat yang masih tertahan dan berkomunikasi langsung dengan para pemiliknya.

“Alhamdulillah, Pak Dirops dan Pak Gugun hari ini akan menyelesaikan masalah itu dengan para pemilik timah tersebut. Mereka meminta data-data yang diperlukan dan PT Timah berjanji akan mencari solusi seperti apa penyelesaiannya,” katanya.

Namun, meja pertemuan itu juga menerima persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan.

Sejumlah masyarakat penambang di Bangka disebut melaporkan adanya dugaan intimidasi. Mereka mengaku mendapat tekanan dan ancaman dari oknum tertentu terkait persoalan aktivitas pertambangan timah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *