Pengalaman serupa juga dirasakan Jumardi. Untuk kedua kalinya ia mengikuti donor darah yang digelar PT TIMAH. Baginya, tidak ada alasan untuk menunda berbuat baik jika kesempatan sudah ada.
“Saya ikut donor darah karena ingin membantu masyarakat yang membutuhkan. Ini bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar,” ujarnya.
Ia pun memberikan semangat kepada masyarakat yang masih ragu untuk menjadi pendonor.
“Jangan takut dengan jarum suntik. Setelah dijalani ternyata prosesnya mudah dan tidak seseram yang dibayangkan,” ucapnya.
Sekretaris Kecamatan Belinyu, Agus Rafina, menyampaikan apresiasinya kepada PT TIMAH yang secara konsisten menghadirkan program-program sosial bagi masyarakat. Menurutnya, donor darah seperti ini menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan warga karena manfaatnya dapat langsung dirasakan.
“Setiap kegiatan donor darah PT TIMAH selalu mendapat sambutan luar biasa. Ini membuktikan tingginya kepedulian masyarakat Belinyu terhadap sesama,” katanya.
Ia berharap sinergi antara PT TIMAH dan pemerintah daerah terus diperkuat melalui berbagai program CSR yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Semoga program sosial seperti ini terus berlanjut sehingga manfaatnya semakin luas dan hubungan baik antara perusahaan dengan pemerintah daerah maupun masyarakat semakin kokoh,” tutup Agus.Bila diukur dari jumlah kantong darah yang terkumpul, kegiatan ini memang menghasilkan 138 kantong. Namun bila diukur dari nilai kemanusiaannya, yang terkumpul adalah ribuan harapan bagi pasien yang membutuhkan uluran tangan dari sesama.












