“Gerakannya sederhana, tidak butuh alat, dan bisa dilakukan di halaman rumah. Tujuan utamanya supaya olahraga tidak terasa berat, tapi jadi kebiasaan keluarga,” katanya.
Lebih jauh, Noni berharap gerakan ini tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi menyebar hingga desa, kelurahan, dan kelompok dasawisma melalui jaringan kader PKK.
Ia bahkan menyiapkan kader PKK sebagai instruktur lapangan agar senam tersebut dapat terus diajarkan kepada masyarakat.
“Kader PKK nantinya akan mengajarkan senam ini di dusun, posyandu, sampai kelompok arisan ibu-ibu. PKK harus menjadi ujung tombak memasyarakatkan olahraga,” tegasnya.
Baginya, membangun keluarga sehat tidak cukup hanya melalui program kesehatan formal. Dibutuhkan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama secara konsisten.
“Kalau ibu sehat, anak ikut sehat, bapak juga termotivasi,” pungkasnya.
Dari halaman rumah dinas, pesan itu mengalir sederhana namun kuat: kesehatan bukan hanya soal olahraga, tetapi tentang membangun semangat hidup bersama dimulai dari rumah dan keluarga.












