Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Imam Wahyudi dan rekan-rekannya yang telah meluangkan waktu berkunjung sekaligus bermain tenis meja di lingkungan kampus.
Harapan besar juga disampaikan agar kebersamaan seperti ini terus terjalin. Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang yang terbuka bagi siapa saja untuk berbagi inspirasi, termasuk melalui kegiatan olahraga.
Keakraban semakin terasa ketika seorang mahasiswa melontarkan ajakan spontan kepada Imam Wahyudi.
“Jangan bosan, Pak Dewan, datang dan berolahraga di Kampus Uniper,” katanya disambut senyum para hadirin.
Imam Wahyudi pun merespons dengan ramah. Dengan senyum tipis yang khas, ia mengakhiri pertemuan tersebut dengan sebuah kalimat sederhana namun penuh makna.
“Sampai ketemu lagi di waktu lainnya,” tuturnya.
Di balik pertandingan yang berlangsung santai, tersimpan pesan penting bahwa olahraga bukan hanya soal menang dan kalah. Olahraga adalah ruang pertemuan, sarana membangun komunikasi, sekaligus jembatan yang mempererat hubungan antarmanusia. Dan siang itu, tenis meja telah berhasil melakukan semuanya.












