Saparudin: Korupsi Tidak Akan Mati Jika Masih Ada yang Memberi Celah (E: Yosua.Asw)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata yang perlahan merusak masa depan pemerintahan dan kepercayaan rakyat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menutup seluruh ruang lahirnya praktik rasuah.
Pernyataan itu disampaikan Saparudin saat menjadi keynote speaker dalam Sosialisasi Antikorupsi yang digelar Inspektorat Kota Pangkalpinang bersama Komisi Pemberantasan Korupsi secara virtual di Gedung SRC, Senin (25/5/2026).
Dengan nada tegas, Saparudin mengatakan benteng utama pemberantasan korupsi bukan berada pada sistem semata, tetapi pada hati dan kesadaran setiap individu yang menjalankan amanah pelayanan publik.
“Yang paling penting adalah kesadaran dari diri sendiri bahwa korupsi itu merusak kita,” ujarnya.
Ia menilai, praktik korupsi sering kali tumbuh dari hal-hal yang dianggap kecil dan biasa. Mulai dari gratifikasi, penyalahgunaan fasilitas, hingga permainan dalam pengurusan izin yang lambat laun menjadi budaya berbahaya.
Karena itu, ASN diminta tidak hanya menjaga integritas pribadi, tetapi juga menjadi contoh bagi lingkungan sekitar.
“Harus punya kesadaran pribadi, cegah diri untuk tidak melakukan korupsi, kemudian juga ajak orang lain untuk tidak melakukan korupsi,” tegasnya.












