BeritaPangkalpinangPemerintahan

Saat Negara dan Dunia Usaha Bergandengan Tangan, Rumah Usman Berdiri Membawa Martabat

×

Saat Negara dan Dunia Usaha Bergandengan Tangan, Rumah Usman Berdiri Membawa Martabat

Sebarkan artikel ini

Ia menjelaskan, penanganan rumah tidak layak huni dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, seperti bantuan pemerintah pusat, APBD, CSR perusahaan, dan Baznas.

“Persoalan rumah tidak layak huni ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Kita perlu berkolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, Baznas, dan berbagai pihak lainnya,” tegasnya.

Ia pun membuka ruang kerja sama dengan pihak swasta lainnya agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaat program serupa.

Menurut Saparudin, penyerahan bantuan kepada Usman menjadi bukti bahwa komunikasi, pengajuan proposal, dan kolaborasi yang dibangun pemerintah dapat berujung pada manfaat langsung bagi masyarakat.

“Penyerahan Rumah Layak Huni kepada Pak Usman ini menjadi salah satu bentuk konkret dari komunikasi dan pengajuan proposal yang dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang agar dana CSR dapat dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

### Membangun Rumah, Menanam Masa Depan

Pesan Saparudin tidak berhenti pada pembangunan fisik.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui kebersihan dan penghijauan. Para lurah, camat, RT, dan RW diminta menggerakkan warga menanam pohon di sekitar rumah serta kawasan permukiman.

“Saya meminta lurah, camat, RT dan RW untuk menggerakkan masyarakat menanam pohon di sekitar rumah dan lingkungan permukiman. Ini penting untuk menjaga lingkungan, terlebih kita akan memasuki musim penghujan,” ujarnya.

Sebab, rumah yang layak membutuhkan lingkungan yang sehat. Dan kota yang berkembang membutuhkan warga yang tidak hanya tinggal di dalamnya, tetapi juga ikut merawatnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Suharto Bartholomeus, Camat Gerunggang Ricard Syam, Lurah Air Kepala Tujuh Randra Satiawan, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agustu Efendi, pimpinan PT Arsari Tambang Group, serta tokoh masyarakat.

Bagi Usman, bantuan itu mungkin bermula dari sebuah proposal. Namun, ketika rumah berdiri dan pintu harapan terbuka, yang tumbuh bukan hanya bangunan, melainkan keyakinan bahwa ia dan keluarganya tidak berjalan sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *