Handy juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepolisian dan TNI yang selama ini terus membantu menjaga keamanan operasional perusahaan. Ia berharap penerapan Sistem Manajemen Pengamanan mampu memperkuat budaya sadar keamanan di lingkungan kerja dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Sementara itu, Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol. Murry Miranda menegaskan bahwa sistem pengamanan modern kini harus bergerak melampaui pola konvensional.
Menurutnya, perusahaan tidak lagi cukup hanya mengandalkan penjagaan fisik dan personel keamanan. Pengamanan harus dibangun melalui sistem yang kuat, dukungan teknologi, budaya kerja disiplin, serta manajemen risiko yang mampu mendeteksi ancaman sebelum terjadi.
“Perusahaan harus membangun sistem, budaya kerja, teknologi, serta manajemen risiko keamanan yang kuat agar mampu mencegah gangguan sebelum terjadi,” tegasnya.
Ia menilai, penerapan Sistem Manajemen Pengamanan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan profesional. Sebab, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kegiatan ini turut diisi dengan pemaparan materi mengenai sistem dan program kerja Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional oleh Ketua Divisi Pengamanan PT TIMAH Gugun Gumilang bersama Kombes Pol. Edy Sumardi Priadinata.
Melalui pra audit dan sosialisasi ini, PT TIMAH ingin memastikan bahwa budaya keamanan tidak berhenti sebagai aturan administratif, tetapi benar-benar menjadi denyut kesadaran bersama di setiap lini perusahaan.












