Dari Ruang Diskusi Menuju Perubahan Nyata: PT TIMAH dan Bangka Tengah Menyusun Masa Depan Pemberdayaan (E: Yosua.Asw)
BANGKA TENGAH, LIPUTANSATU.COM, —- Pembangunan masyarakat tidak cukup hanya dengan program bantuan. Ia harus lahir dari dialog, mendengar kebutuhan rakyat, lalu diwujudkan dalam langkah nyata yang berkelanjutan. Semangat itulah yang dibawa PT TIMAH dalam pembahasan pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) di Kabupaten Bangka Tengah.
Melalui Forum Group Discussion (FGD) Konsultasi Multi Pihak Penyusunan RIPPM yang berlangsung di Ruang Rapat VVIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (7/5/2026), berbagai unsur masyarakat duduk bersama untuk merumuskan arah pembangunan lima tahun mendatang.
Forum ini mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, camat, lurah, OPD terkait, hingga masyarakat bersama manajemen PT TIMAH dalam satu tujuan: memastikan program pemberdayaan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah tambang.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bappeda, DLH, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disperindagkop UMKM, akademisi, fasilitator dari Universitas Padjadjaran, serta unsur masyarakat lainnya.
Bagi PT TIMAH, pembaruan RIPPM bukan hanya penyusunan dokumen administratif, melainkan upaya memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat demi menciptakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH Anggi Siahaan mengatakan, penyusunan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat harus dilakukan secara partisipatif agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.
“RIPPM ini menjadi momentum penting bagi PT TIMAH dalam menyerap berbagai aspirasi dan pandangan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat desa. Kami ingin program PPM yang disusun benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata,” katanya.






