Karena itu, DPRD berkomitmen menggandeng aparat penegak hukum dan Satgas Pangan untuk menelusuri berbagai laporan yang muncul di lapangan. Langkah ini dilakukan agar tercipta sistem perdagangan yang transparan, jujur, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh petani.
Bagi DPRD Babel, persoalan sawit memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar urusan hasil panen. Sawit merupakan salah satu penggerak utama ekonomi pedesaan. Ketika harga turun, daya beli masyarakat ikut melemah, aktivitas perdagangan berkurang, dan pelaku UMKM turut merasakan dampaknya.
Karena itu, menjaga stabilitas harga sawit berarti menjaga denyut ekonomi masyarakat desa agar tetap bergerak.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Babel akan melakukan koordinasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Tujuannya adalah memastikan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan dapat diterapkan secara efektif di lapangan dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
Di tengah ketidakpastian harga yang masih berlangsung, para petani sawit Bangka Belitung kini menaruh harapan besar agar pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi yang nyata. Sebab bagi mereka, sawit bukan hanya komoditas ekonomi, melainkan sumber kehidupan yang menentukan masa depan keluarga dan keberlangsungan ekonomi desa.












