BangkaBeritaPertambangan

PT TIMAH, Adat Mapur, dan Upaya Menjaga Warisan yang Hampir Tergerus Zaman

×

PT TIMAH, Adat Mapur, dan Upaya Menjaga Warisan yang Hampir Tergerus Zaman

Sebarkan artikel ini

Masyarakat adat pun terus beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar budaya mereka. Sebab, seperti yang diyakini Charles Darwin, bukan yang paling kuat yang bertahan, tetapi mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.

Di tengah perubahan itu, PT TIMAH (Persero) Tbk hadir bukan sekadar sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan waktu.

Dukungan perusahaan terhadap Ritual Adat Nujuh Jerami sejak 2017 membuat tradisi tersebut semakin dikenal luas. Namun yang sesungguhnya dijaga bukan hanya ritualnya, melainkan nilai dan ingatan kolektif yang hidup di dalamnya.

PT TIMAH juga mendukung penerbitan buku Mapur Mendulang Kisah Meraup Berkah dan membawanya ke sekolah-sekolah agar generasi muda mengenal sejarah dan akar budayanya sendiri.

Tak berhenti di situ, perusahaan turut mendukung hadirnya Kampung Adat Gebong Memarong sebagai ruang belajar budaya masyarakat Mapur.

Di kampung adat itu berdiri rumah-rumah memarong yang dibangun tanpa paku, menggunakan kayu, rotan, kulit kayu, hingga daun rumbia. Setiap sudutnya menyimpan pengetahuan lama tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya.

PT TIMAH juga membantu masyarakat adat mengembangkan potensi ekonomi melalui pelatihan membatik, penyediaan alat tenun, pelatihan pemandu wisata, hingga memperkenalkan kampung adat kepada para tamu perusahaan.

Kini, Kampung Adat Gebong Memarong telah berkembang menjadi ruang hidup yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Di sana, adat tidak sekadar dikenang. Ia terus dijalani, dirawat, dan diwariskan.

Dan di tengah derasnya arus perubahan zaman, PT TIMAH memilih tetap berjalan bersama masyarakat adat menjaga warisan yang nyaris hilang agar tetap hidup untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *