BangkaBeritaPertambangan

PT TIMAH, Adat Mapur, dan Upaya Menjaga Warisan yang Hampir Tergerus Zaman

15
×

PT TIMAH, Adat Mapur, dan Upaya Menjaga Warisan yang Hampir Tergerus Zaman

Sebarkan artikel ini

PT TIMAH, Adat Mapur, dan Upaya Menjaga Warisan yang Hampir Tergerus Zaman (E: Yosua.Asw)

BANGKA, LIPUTANSATU.COM, — Modernitas datang membawa gedung-gedung tinggi, mesin-mesin besar, dan kehidupan yang bergerak serba cepat. Tetapi di sudut hutan Bangka, masih ada sekelompok masyarakat yang percaya bahwa manusia tidak hidup untuk menaklukkan alam, melainkan untuk menjaganya.

Masyarakat Adat Mapur telah hidup jauh sebelum negeri ini bernama Indonesia. Mereka ada dalam catatan ekspedisi kolonial Belanda tahun 1803, hidup di tengah hutan, membangun rumah dari kayu dan rotan, menjaga adat, serta menggantungkan hidup pada alam yang mereka rawat turun-temurun.

“Kami semua yang ada di sini akan tetap menjaga alam, menjaga hutan yang makin hari makin tergerus,” ungkap Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih, saat Ritual Adat Nujuh Jerami di Kampung Adat Gebong Memarong.

Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan kegelisahan panjang tentang perubahan zaman yang perlahan menggerus ruang hidup masyarakat adat.

Dalam kehidupan masyarakat Bangka Belitung tempo dulu, manusia hidup dalam keterhubungan yang kuat dengan alam. Ada yang tinggal di bukit, di daratan, hingga di pesisir laut. Mereka saling bertukar hasil alam dan hidup dalam keseimbangan yang diwariskan lintas generasi.

Namun dunia berubah. Modernitas, seperti dikatakan Anthony Giddens, bergerak seperti kereta baja yang sulit dihentikan. Nilai-nilai budaya perlahan berubah menjadi komoditas, sementara adat sering kali hanya dipandang sebagai tontonan eksotis.

Padahal, bagi masyarakat adat, budaya bukan sekadar pertunjukan. Ia adalah cara hidup.

Jojo, salah satu penghayat Adat Mapur, bercerita bahwa hingga kini masih ada ratusan anggota komunitas mereka yang hidup berpindah di kawasan Hutan Pejem.

“Mereka seperti kami, juga sekolah. Bahkan ada beberapa yang sampai kuliah,” katanya sambil tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *