“Kondisi seperti ini sering terjadi setiap tahun. Karena itu bantuan ini diharapkan dapat membantu nelayan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Prof. Udin juga mengungkapkan bahwa pada awalnya terdapat lebih dari 400 calon penerima bantuan yang diusulkan. Namun setelah melalui proses verifikasi, tahap pertama bantuan diberikan kepada 249 orang.
Ia menambahkan bahwa nelayan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Saat ini terdapat lebih dari 900 nelayan yang tersebar di lima wilayah di Pangkalpinang, yakni Sinar Bulan, Air Itam, Temberan, Ketapang, dan Selindung.
“Sebagian besar dari mereka adalah nelayan mingguan yang berangkat melaut pada Senin dan kembali pada Jumat,” jelasnya.
Selain program bantuan sosial, Pemkot Pangkalpinang juga terus mendorong berbagai program dukungan bagi nelayan, mulai dari bantuan alat tangkap, mesin kapal hingga perahu.
Bahkan pemerintah kota juga tengah mengusulkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan dekat Rusunawa kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sementara itu, Ketua Sentra Mulya Jaya dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Siti Indriasari Oktaviana, mengatakan bantuan tersebut disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Kami memadukan data penerima manfaat dengan data sosial ekonomi nasional. Selama mereka masuk kategori desil 1 sampai 5 dan kebutuhannya bisa kami penuhi, maka bantuan akan diberikan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta peluang usaha di kawasan nelayan.












