Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak bisa terus menunggu di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Kondisi keuangan daerah kita tidak selalu kuat. Justru di situ dibutuhkan kecermatan dan keberanian mengambil kebijakan,” katanya.
Sebagai anggota DPRD, Eri memastikan bahwa fungsi pengawasan akan dijalankan secara maksimal.
“Kami bukan sekadar pelengkap. Kami ada untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Di ujung pernyataannya, Eri menyampaikan harapan yang menggema sebagai refleksi bersama:
“Kalau kita ingin Bangka maju, maka politik harus kembali ke akarnya—etika, komunikasi, dan tanggung jawab.”
Sebab tanpa itu, politik hanya akan menjadi kebisingan yang melelahkan—tanpa arah, tanpa makna.












