Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, event organizer, hingga pelaku usaha, agar manfaat event tidak terpusat pada satu lokasi saja, melainkan dirasakan secara lebih merata.
“Event bukan hanya soal keramaian sesaat. Dampaknya harus meluas. Dengan informasi yang terbuka, pelaku usaha bisa mengambil peran dan merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dessy mendorong penyusunan kalender event yang terbuka dan mudah diakses publik. Kalender tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi hotel, restoran, serta pelaku UMKM dalam menyusun strategi bisnis dan pelayanan.
Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga mendorong penguatan koordinasi lintas perangkat daerah agar informasi terkait event, pariwisata, dan ekonomi kreatif tersampaikan secara utuh dan berkesinambungan.
“Dengan informasi yang terkoordinasi dan terbuka, kolaborasi antara pemerintah, EO, PHRI, hotel, dan restoran akan semakin solid. Inilah kunci untuk menggerakkan ekonomi kota,” pungkasnya.












