Lurah Parit, Vita Widyastuti, menegaskan bahwa bantuan ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Ia menyebut kedua penerima merupakan lansia dengan kondisi ekonomi terbatas, sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran.
“Bu Maryati juga merupakan penerima bantuan sosial dan masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi bantuan ini sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.
Lebih dari sekadar renovasi rumah, kehadiran PT TIMAH di wilayah tersebut telah memberi warna tersendiri bagi masyarakat. Berbagai program sosial yang konsisten dijalankan menjadi bukti bahwa kepedulian bukan hanya wacana, tetapi tindakan nyata.
Vita pun berharap langkah ini terus berlanjut dan semakin luas menjangkau masyarakat lain yang membutuhkan.
“Kami sangat berterima kasih. Semoga PT TIMAH semakin sukses dan terus hadir untuk masyarakat,” katanya.
Pada akhirnya, rumah yang diperbaiki bukan hanya soal dinding dan atap. Ia adalah simbol bahwa di tengah keterbatasan, selalu ada tangan yang siap membantu—menyulam kembali asa yang sempat rapuh.












