Dari Panen ke Peradaban: PT Timah Menyatu dalam Sakralnya Nujuh Jerami Mapur (E: Egi.Wan)
PANGKALPINANG, LIPUTANSATU.COM, — Ada yang tak lekang oleh waktu di tanah Mapur: tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Dalam denyut tradisi itu, PT TIMAH (Persero) Tbk hadir, tidak sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari perjalanan budaya.
Komitmen perusahaan terhadap pelestarian adat diwujudkan melalui dukungan pada Ritual Nujuh Jerami, sebuah perayaan sakral yang digelar di Kampung Adat Gebong Memarong, Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka.
Ritual ini menjadi puncak ungkapan syukur masyarakat adat Mapur atas hasil panen. Lebih dari sekadar tradisi, Nujuh Jerami adalah filosofi hidup—tentang keseimbangan, tentang rasa cukup, dan tentang hubungan yang selaras dengan alam.
Prosesi adat yang dipimpin Abok Usang Gedoy berlangsung penuh khidmat. Setiap gerak dan doa menyiratkan penghormatan pada leluhur. Setelahnya, suasana berubah menjadi perayaan budaya yang hidup—tarian anak-anak, atraksi pencak silat, hingga Tari Campak yang menyatukan semua dalam kegembiraan.
Ketua Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, menyampaikan bahwa dukungan PT TIMAH telah melampaui sekadar seremoni. Perusahaan turut hadir dalam proses panjang pemberdayaan masyarakat, termasuk melalui literasi budaya dan penguatan ekonomi lokal.






