Di sektor berbasis sumber daya lokal, seperti perikanan, PT TIMAH menghadirkan pelatihan pengolahan hasil laut. Tujuannya jelas: meningkatkan nilai tambah dan mendorong inovasi.
Tak kalah penting, perusahaan juga membantu UMKM dalam pengurusan legalitas usaha dan sertifikasi produk.
“Kalau produknya bagus tapi tidak punya izin, sulit masuk pasar besar. Di sini kami bantu,” jelasnya.
Momentum Ramadan pun dimanfaatkan sebagai ruang pemberdayaan. PT TIMAH melibatkan UMKM dalam berbagai kegiatan perusahaan sekaligus membeli produk mereka untuk mendongkrak omzet.
Cerita keberhasilan datang dari Astuti, pelaku UMKM asal Belitung yang menjadi mitra binaan PT TIMAH. Ia merasakan langsung perubahan dalam usahanya.
“Saya sangat terbantu. Tahun lalu dapat freezer dari PT TIMAH, itu sangat penting untuk menjaga kualitas produk ikan olahan saya,” tuturnya.
Bagi Astuti, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan, tetapi dorongan untuk terus berkembang.
“Selain modal, kami juga dibantu promosi dan pameran. Itu yang membuat usaha kami bisa dikenal lebih luas,” katanya.
Dengan penuh harap, ia ingin program ini terus berlanjut.
“Semoga PT TIMAH terus mendampingi kami. Karena bagi UMKM seperti kami, dukungan ini sangat berarti untuk masa depan usaha,” ujarnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, langkah PT TIMAH menunjukkan satu hal: ketika UMKM diperkuat, maka ekonomi masyarakat pun ikut tumbuh.












