Upaya lain juga dilakukan melalui penyediaan ambulans desa, memastikan bahwa akses kesehatan tidak lagi terhambat oleh jarak dan waktu.
Pendekatan yang dilakukan pun menyeluruh—tidak hanya kuratif, tetapi juga preventif dan promotif. Sosialisasi hidup bersih, pentingnya gizi, hingga kegiatan donor darah menjadi bagian dari gerakan yang berkelanjutan.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, menyebut bahwa kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk hidup sehat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci.
“Dengan pemerintah dan masyarakat, kami berharap program ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Di balik semua itu, ada satu pesan yang ingin disampaikan: bahwa kepedulian tidak harus besar untuk berarti. Cukup hadir, konsisten, dan menyentuh yang membutuhkan.
Dan dari sana, kesehatan tidak lagi menjadi mimpi—melainkan harapan yang bisa dijangkau.












