Layakkah Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional ? Isi Diskusi Pemuda dalam Forum Dialog Kebangsaan (P/E : Bayi, Yos. Asw)
BANGKA BELITUNG, LIPUTANSATU.COM, – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) BABEL mengadakan Forum dialog kebangsaan dan deklarasi dengan melibatkan akademisi dan mahasiswa. Sabtu (8/11).
Turut hadir pada acara tersebut Agus Muliara sebagai pembicara dengan tema layakkah Presiden ke-2 RI, H. M. Soeharto, mendapat penganugrahan gelar Pahlawan Nasional.
Dialog yang bertempat di warkop Ayani, pangkal pinang, berjalan cukup khidmat dan serius. Hutri Agustian selaku tokoh pemuda Sungailiat dalam diskusinya menegaskan bahwa benar secara konstitusional, Soeharto tidak memiliki cacat hukum dan tidak menghalangi dirinya dalam pemberian gelar tersebut, meski terdapat kontroversi historis terkait HAM.
“Iya penganugrahan Suharto menjadi Pahlawan Nasional sudah syah dan sesuai konstitusional, ungkap hutri.
Menurutnya nilai positif yang bisa kita baca bisa dilihat dari aspek ekonomi, dimana pada masa pemerintahannya justru baik stabilitas dan juga pertumbuhan ekonomi juga signifikan, ini disebabkan adanya kebijakan strategis seperti kebijakan swasembada pangan, keluarga berencana, pemberantasan buta huruf, dan pembangunan infrastruktur.
Hutri Agustian sebagai mahasiswa juga menambahkan era Soeharto katanya ditandai pembangunan yang inklusif, solid dalam berbangsa , juga bila dilihat dari sektor pertanian, terjadi peningkatan cukup bagus, wajarlah kalau saat itu, Indonesia dijuluki “macan Asia” ini semua kemudian yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan ketahanan pangan.i
Rahmatullah selaku Direktur Eksekutif Gen Muda Bela Institut menyampaikan bahwa proses pengkajian akademik terhadap jasa Soeharto sudah berjalan lama di berbagai daerah. Kendati demikian menurutnya pemberian gelar pahlawan akan sah, dan tidak bertentangan dengan konstitusi, kini tinggal menunggu political will Presiden Prabowo untuk merealisasinya.












