Prof. Udin juga menyampaikan bahwa sejumlah pelaku usaha Pangkalpinang bahkan telah mulai menjajaki pasar internasional.
“Saya mendapat informasi bahwa beberapa pelaku usaha kita sudah memperoleh kontrak pengiriman, baik ke Singapura maupun ke Eropa,” ungkapnya.
Sebanyak sembilan pelaku usaha menerima sertifikat HACCP dalam kegiatan tersebut. Pemerintah Kota Pangkalpinang memastikan proses pembinaan tidak berhenti sampai di sini.
Pendampingan akan terus dilakukan agar lebih banyak UMKM dapat memenuhi standar mutu yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global.
“Dari sembilan ini akan kita lakukan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut agar produk mereka benar-benar mampu menembus pasar internasional,” jelas Prof. Udin.
Ia menambahkan, program pelatihan dan sertifikasi seperti ini akan terus digelar secara berkelanjutan.
“Kita akan upayakan setiap tahun ada pelatihan seperti ini, sehingga semakin banyak UMKM Pangkalpinang yang mengantongi sertifikat HACCP,” tutupnya.












