BeritaLokalNasionalPertambangan

Ketika Batik Menjadi Jalan Perubahan: PT TIMAH Dampingi Perempuan Kundur Merajut Budaya dan Masa Depan

×

Ketika Batik Menjadi Jalan Perubahan: PT TIMAH Dampingi Perempuan Kundur Merajut Budaya dan Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Di balik perkembangan Rumah Batik Kundur, terdapat kisah perjuangan para anggotanya yang memulai semuanya dari nol. Farhida Hanum menjadi salah satu saksi bagaimana kelompok ini dibentuk dan berkembang melalui berbagai pelatihan yang diberikan.

“Awalnya kami hanya ibu-ibu yang memiliki kemampuan menjahit. Kemudian PT TIMAH mengajak kami berkumpul, belajar bersama, dan perlahan membangun Batik Kundur,” tutur Farhida.

Pelatihan demi pelatihan yang diberikan membuka wawasan baru bagi para anggota. Mereka belajar mengenal teknik membatik, mengolah ide, hingga menciptakan motif yang merepresentasikan kekayaan lokal Pulau Kundur.

Motif siput khas yang menjadi bahan makanan tradisional lendot, dedaunan dan bunga lokal, hingga gambaran geografis Pulau Kundur kini menjadi ciri khas yang membedakan Batik Kundur dari daerah lainnya.

“Kami ingin setiap motif memiliki cerita tentang Kundur. Karena itu unsur-unsur lokal menjadi inspirasi utama dalam setiap karya yang kami buat,” jelas Farhida.

Saat ini, pengembangan produk masih difokuskan pada batik ecoprint yang memanfaatkan dedaunan lokal sebagai bahan pewarna alami. Meski prosesnya tidak mudah, para anggota terus belajar memahami karakter setiap bahan untuk menghasilkan karya terbaik.

“Kami masih banyak belajar. Tidak semua daun bisa menghasilkan motif yang bagus. Karena itu kami terus mencoba agar kualitas produk semakin meningkat,” katanya.

Bagi Farhida dan rekan-rekannya, membatik bukan sekadar menghasilkan produk. Ini adalah upaya menjaga warisan budaya sekaligus membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Dengan dukungan dan pendampingan yang terus mengalir, Rumah Batik Kundur kini tumbuh sebagai simbol bahwa dari tangan-tangan kreatif masyarakat, budaya dapat dilestarikan, ekonomi dapat digerakkan, dan masa depan yang lebih baik dapat dirajut bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *