Ketika Batik Menjadi Jalan Perubahan: PT TIMAH Dampingi Perempuan Kundur Merajut Budaya dan Masa Depan (E: Yosua.Asw)
KUNDUR, LIPUTANSATU.COM, – Dari sebuah ruang sederhana di Pulau Kundur, lembar demi lembar kain mulai berbicara tentang identitas, budaya, dan harapan. Di tempat itu, para perempuan menorehkan motif-motif khas daerah yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan mimpi besar tentang kemandirian ekonomi masyarakat.
Perjalanan itu tumbuh melalui Rumah Batik Kundur, kelompok usaha binaan PT TIMAH (Persero) Tbk yang kini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus pusat lahirnya batik khas Kundur.
Sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah masyarakat, PT TIMAH terus berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas dari aktivitas bisnisnya. Tidak hanya melalui sektor pertambangan, tetapi juga lewat pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif yang mampu menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mendapat perhatian langsung dari Direktur SDM PT TIMAH (Persero) Tbk, Ratih Mayasari, yang mengunjungi Rumah Batik Kundur dan menyaksikan secara langsung proses membatik yang dilakukan para anggota kelompok.
Ratih menilai kehadiran Rumah Batik Kundur merupakan langkah strategis untuk melahirkan pelaku usaha baru sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Saya mengapresiasi upaya yang telah dilakukan hingga lahir UMKM batik khas Kundur. Ini menjadi bukti bahwa perusahaan tambang juga memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun peradaban dan menciptakan peluang bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ratih, batik khas Kundur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sektor ekonomi baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“PT TIMAH akan terus mendampingi agar para pengrajin tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang membanggakan masyarakat Kundur,” katanya.






