Ketua LKBH Insan Cita Bangka Belitung, M. Jaka Zia Utama, menilai kasus penyiraman terhadap Andri Yunus harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Menurutnya, keadilan tidak hanya harus ditegakkan, tetapi juga harus terlihat ditegakkan di hadapan publik.
“Proses hukum yang transparan akan mengembalikan rasa keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Mahasiswa Diminta Tetap Kritis
Akademisi IAIN SAS Bangka Belitung, Fathurahman, mengingatkan mahasiswa agar tidak kehilangan semangat kritis.
Namun ia menekankan bahwa kritik harus disampaikan secara konstruktif dan tidak melanggar hukum.
“Mahasiswa harus tetap menjadi penjaga moral demokrasi,” tegasnya.
Demokrasi dan Nasionalisme
Sementara itu, akademisi sekaligus perwakilan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Bangka Belitung, Syafrul Irawadi, menilai demokrasi harus berjalan seiring dengan nilai nasionalisme.
“Kita boleh berbeda pendapat, tapi jangan sampai perbedaan itu merusak persatuan,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan peristiwa kekerasan terhadap Andri Yunus yang dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi.
FGD yang berlangsung hingga pukul 22.30 WIB tersebut berjalan dinamis dengan berbagai pandangan dari peserta. GESID Babel berharap diskusi ini dapat menjadi ruang edukasi publik sekaligus mendorong terciptanya demokrasi yang sehat, aman, dan berkeadilan.












