Malam semakin hangat ketika Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang juga Ketua Pansus WPR/IPR, Imam Wahyudi, turut hadir. Sambil menikmati Serai Jahe Madu khas Qarza, ia menyampaikan alasannya berkunjung.
“Kawasan ini bukan hanya tempat nongkrong. Ini pengingat sejarah. Saya sengaja datang untuk merasakan atmosfernya,” ujarnya. Ia juga menilai ramainya pengunjung sebagai berkah Ramadan bagi pelaku UMKM kuliner. “Sejak berbuka, selalu ramai. Ini luar biasa,” katanya.
Ranjas, sang peracik Serai Jahe Madu Qarza, berharap Ramadan membawa keberkahan berkelanjutan. “Semoga usaha kami terus maju dan bisa memberi kontribusi nyata bagi daerah,” tuturnya.
Dita pun menyampaikan harapannya agar pemerintah memperindah kawasan bersejarah ini. Ia tak lupa mengajak masyarakat datang menikmati suasana. “Mampir ke Kafe Senang, nikmati live music dangdut dan popnya,” ucapnya ramah.
Kini, Kafe Senang bukan lagi kawasan elite tertutup seperti masa kolonial. Ia telah bertransformasi menjadi ruang publik inklusif — tempat sejarah dikenang, musik dinikmati, dan keberkahan Ramadan dirayakan bersama.












