Senada dengan itu, Bupati Bangka Barat Markus menilai usia 23 tahun harus menjadi titik percepatan pembangunan daerah. Ia mengakui Bangka Barat telah mengalami banyak kemajuan, namun masih membutuhkan berbagai pembenahan secara berkesinambungan.
Karena itu, Markus mendorong adanya akselerasi pembangunan melalui penguatan potensi lokal dan strategi pembangunan yang lebih progresif.
Menurutnya, Bangka Barat harus mampu melakukan lompatan besar dengan memaksimalkan seluruh kekuatan yang dimiliki, mulai dari sumber daya daerah, kualitas tata kelola pemerintahan, hingga partisipasi masyarakat.
“Kalau potensi daerah dikelola secara profesional, didukung kepemimpinan yang kuat serta manajemen yang efisien, saya yakin pembangunan di semua sektor bisa meningkat lebih cepat,” tegas Markus.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus tetap berpijak pada identitas dan kearifan lokal, meski dunia terus bergerak cepat dengan berbagai perubahan global.
“Kita boleh berpikir luas dan berpandangan dunia, tetapi jangan pernah meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal yang kita miliki,” katanya.
Di penghujung acara, semangat kebersamaan kembali digaungkan. Markus mengajak seluruh masyarakat Bangka Barat untuk menjaga persatuan dan bergotong royong membangun daerah.
“Sebab Bangka Barat ini milik kita bersama. Masa depannya juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Yus Derahman, unsur Forkopimda, kepala OPD, kepala desa, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta tamu undangan lainnya.












