“Kegiatan ini adalah milik bersama. Kami mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun dunia usaha, untuk ikut ambil bagian. Dukungan sekecil apa pun akan sangat berarti,” katanya.
GESID Babel, lanjutnya, siap berada di garis depan, memastikan setiap tahapan berjalan dengan baik hingga hari pelaksanaan.
Camat Belinyu, Firmansyah, memberikan sinyal dukungan yang kuat. Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal, sekaligus membuka peluang sinergi yang lebih luas.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana, Jahok, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Baginya, ini bukan hanya soal suksesnya acara, tetapi tentang menjaga warisan untuk generasi mendatang.
“Kami ingin kegiatan ini hidup, tumbuh, dan terus diwariskan. Dukungan dari semua pihak menjadi energi besar bagi kami,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa budaya akan tetap hidup selama ada kepedulian dan kebersamaan. Dengan gotong royong yang terus dijaga, “Titang Tue Doa Sekampung” diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga simbol kebangkitan budaya dan identitas Bangka Belitung yang tak lekang oleh waktu.












