GESID Babel Dorong Kolaborasi Budaya, “Titang Tue Doa Sekampung” Jadi Simbol Kebangkitan Belinyu (P/E: Ian.Asw)
BELINYU, LIPUTANSATU.COM, — Di tengah arus modernisasi yang kian deras, semangat menjaga akar budaya justru semakin menguat di Belinyu. Hal ini tercermin dalam pertemuan antara GESID Bangka Belitung, penggiat budaya Desa Bintet, dan Pemerintah Kecamatan Belinyu pada Jumat (10/4/2026).
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan ruang konsolidasi gagasan dan aksi. Hadir dalam kesempatan itu Ketua GESID Babel Suwardian Ramadhan, Ketua Pelaksana Jahok, serta sejumlah tokoh budaya seperti Dodi Ramadhan, Erik, dan Manto. Mereka disambut langsung oleh Camat Belinyu, Firmansyah, dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Fokus utama pembahasan adalah kesiapan Pagelaran Budaya Tradisional “Titang Tue Doa Sekampung” yang akan digelar pada 19 April 2026. Sebuah perhelatan yang tidak hanya menampilkan tradisi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan nilai, sejarah, dan identitas.
Saat ini, persiapan telah mencapai 60 persen. Progres ini menunjukkan keseriusan panitia dalam merancang kegiatan secara matang—mulai dari konsep hingga teknis pelaksanaan. Namun, di balik capaian tersebut, masih ada tantangan yang perlu diatasi bersama.
Ketua GESID Babel, Suwardian Ramadhan, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini.






