BeritaPangkalpinangPemerintahanPolitik

Di Balik Angka yang Mencekam: Kekerasan Anak dan Perempuan di Babel Meningkat Tajam

×

Di Balik Angka yang Mencekam: Kekerasan Anak dan Perempuan di Babel Meningkat Tajam

Sebarkan artikel ini

Namun, langkah tersebut dihadapkan pada realitas keterbatasan anggaran yang menjadi hambatan klasik.

Meski demikian, Heryawandi menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Ia mendorong pengaktifan kembali KPAD sebagai garda depan perlindungan anak di daerah.

“Kita tidak bisa menunggu sempurna. Dengan keterbatasan yang ada, kita harus tetap bergerak. Ini soal keselamatan generasi masa depan,” katanya.

Ia juga mengusulkan penerapan kembali jam malam bagi pelajar sebagai langkah preventif, dengan pengawasan bersama antara aparat kepolisian, Satpol-PP, dan seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tanggung jawab kolektif. Jika kita abai, yang kita pertaruhkan adalah masa depan anak-anak kita,” tutupnya.

Lonjakan ini bukan sekadar data. Ia adalah peringatan keras bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi prioritas yang tak bisa ditunda lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *