“Kalau melihat kondisi beberapa tempat seperti di Kebintik, jujur saja sangat memprihatinkan. Insyaallah setelah Lebaran saya akan bertemu pihak Pelindo di Jakarta untuk membahas pengembangan pelabuhan Sungaiselan,” ungkapnya.
Kepala Bappeda Provinsi Babel, Joko Triadhi, menyebut pembangunan dermaga ini merupakan hasil arahan langsung dari Bupati Algafry yang melihat kebutuhan mendesak masyarakat pesisir.
“Awalnya memang tidak ada dalam perencanaan, tetapi karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak, kami akhirnya menggeser beberapa anggaran agar dermaga ini bisa dibangun,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Babel untuk meningkatkan status Pelabuhan Sungaiselan menjadi pelabuhan pengumpan regional.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perikanan Bangka Tengah juga menyerahkan enam unit pelampung keselamatan kepada koperasi nelayan. Baznas Bangka Tengah turut menyalurkan bantuan paket sembako bagi keluarga nelayan.
Rudi Hartono, salah satu nelayan Sungaiselan, mengaku sangat bersyukur dengan kehadiran dermaga baru tersebut.
“Dulu dermaganya dari kayu dan sudah lapuk. Saat bongkar ikan kami sering takut jatuh ke air. Sekarang sudah beton, jauh lebih aman,” katanya.
Menutup kegiatan, Bupati Algafry mengingatkan para nelayan agar menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Dermaga ini milik kita bersama. Tolong dijaga dan dirawat agar tetap bermanfaat bagi aktivitas nelayan,” pesannya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah berharap kehadiran dermaga baru ini dapat menjadi penggerak ekonomi pesisir sekaligus membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan nelayan Sungaiselan.












