OPINI

Demokrasi Dilelang : Uang Menggantikan Rakyat

×

Demokrasi Dilelang : Uang Menggantikan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Demokrasi kita kini kian ironis. Ia menjelma seperti lelang terbuka: adu besar uang tanpa batas, tanpa etika, tanpa malu. Kalah-menang bukan lagi ditentukan oleh gagasan terbaik, melainkan oleh isi tas paling tebal. Akibatnya Rakyat kehilangan martabatnya, negara kehilangan arah (Diamond, 1999).

Solusinya jelas: pemimpin dan rakyat harus hadir secara sadar, dan tata cara demokrasi perlu direformasi. Negara harus hadir bukan sekadar sebagai wasit, tetapi sebagai penjaga nilai keadilan. Partai politik tidak boleh lagi menjadi mesin transaksi, tetapi pabrik gagasan dan kader berkualitas (Levitsky & Ziblatt, 2018).

Harapan kita sederhana namun mendasar: demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat benar-benar terwujud. Bukan sebaliknya—demokrasi dari uang, oleh uang, dan untuk uang. Jika ini terus dibiarkan, yang terpilih bukanlah pemimpin rakyat, melainkan pemenang lelang kekuasaan.

Dan jika demokrasi telah kehilangan rakyatnya, pertanyaannya tinggal satu: untuk siapa negara ini sebenarnya berdiri?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *