“Semoga ini jadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga hafalan,” katanya penuh harap.
Apresiasi juga datang dari Wakil Bupati Bangka Barat, Yus.
“Kontribusi PT TIMAH nyata dirasakan masyarakat. Ini bukan sekadar program, tapi komitmen,” tegasnya.
Di Karimun, seorang anak bernama Tirta (11) tampak menggenggam erat amplop santunan yang diterimanya.
“Mau dipakai buat apa?” tanya seorang relawan.
“Buat beli baju Lebaran… sama buat ngaji,” jawabnya cepat.
“Kenapa buat ngaji?”
“Supaya bisa jadi hafiz juga,” katanya polos.
Jawaban sederhana itu seolah merangkum makna dari seluruh kegiatan: menanam harapan.
Tak berhenti pada Safari Ramadan, PT TIMAH juga mendukung berbagai kegiatan masyarakat—mulai dari tradisi lampu colok, bantuan rumah ibadah, hingga pesantren kilat. Semua dijalankan sebagai bagian dari komitmen sosial yang berkelanjutan.
Di bulan yang penuh berkah ini, PT TIMAH tidak hanya berbagi—tetapi juga menguatkan, menyapa, dan menyalakan harapan di hati banyak orang.












